Kamis, 04 Mei 2023

Laporan biologi perikanan ikan nila


Laporan biologi perikanan ikan nila

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Pengenalan struktur ikan tidak terlepas dari Morfologi ikan yaitu bentuk luar ikan yang merupakan ciri-ciri yang mudah dilihat dan diingat dalam mempelajari jenis-jenis ikan. Morfologi ikan sangat berhubungan dengan habitat ikan tersebut di perairan.  Morfologi ikan merupakan bentuk luar ikan, yang merupakan ciri-ciri yang mudah dilihat dan diingat dalam mempelajari jenis-jenis ikan entah itu pada perairan laut, payau maupun tawar.
Morfologi adalah ilmu yang mempelajari bentuk luar suatu organisme. Bentuk luar dari organisme ini merupakan salah satu ciri yang mudah dilihat dan diingat dalammempelajari organisme. Adapun yang dimaksud dengan bentuk luar organisme ini adalah bentuk tubuh, termasuk di dalamnya warna tubuh yang kelihatan dari luar. Pada dasarnya bentuk luar dari ikan dan berbagai jenis hewan air lainnya mulai dari lahir hingga ikan tersebut tua dapat berubah-ubah, terutama pada ikan dan hewan air lainnya yang mengalamimetamorfosis dan mengalami proses adaptasi terhadap lingkungan (habitat). Namun demikian pada sebagian besar ikan bentuk tubuhnya relatif tetap, sehingga kalaupun terjadi perubahan, perubahan bentuk tubuhnya relatif sangat sedikit.
Setiap ikan mempunyai ukuran yang berbeda-beda, tergantung pada umur, jenis kelamin, dan keadaan lingkungan hidupnya. Faktor-faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi kehidupan ikan di antaranya adalah makanan, derajat keasaman (pH) air, suhu, dan salinitas. Faktor-faktor tersebut, baik secara sendiri sendiri maupun secara bersama-sama, mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap pertumbuhan ikan. Dengan demikian, walaupun dua ekor ikan mempunyai umur yang sama namun ukuran mutlak di antara keduanya dapat saling berbeda

1.2       Tujuan dan Manfaat Praktikum
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah agar mahasiswa mengetahui ukuran morfometrik dari berbagai jenis ikan yang telah dipraktikumkan.
Adapun manfaat dari pratikum ini yaitu diharapkan kepada mahasiswa mampu memahami dan mengetahui bagian-bagian ikan apa saja yang diukur serta bagaimana cara melakukan pengukuran tersebut.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

       Setiap ikan mempunyai ukuran yang berbeda-beda, tergantung pada umur,  jenis kelamin, dan keadaan lingkungan hidupnya. Faktor-faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi kehidupan ikan diantaranya adalah makanan, pH, suhu, dan salinitas. Faktor-faktor tersebut baik secara sendiri-sendiri maupun secara  bersama-sama mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap pertumbuhan ikan. Dengan demikian, walaupun dua ekor ikan memiliki umur yang sama, namun ukuran mutlak diantara keduanya dapat saling berbeda. Ukuran ikan adalah jarak antara suatu bagian tubuh dengan bagian tubuh lainnya (Irfan 2009).          
         Pengukuran morfometrik merupakan pengukuran yang diambil dari satu titik ke titik lain tanpa melalui lengkungan badan. Metode pengukuran standar ikan antara lain panjang standar, panjang moncong atau bibir, panjang sirip  punggung atau tinggi badan atau ekor (Rajabnadia, 2009).
         Ukuran tubuh ikan, semua ukuran yang digunakan merupakan pengukuran yang di ambil dari satu titik ke titik lain tanpa melalui lengkungan badan seperti  panjang total, panjang standar, dan lain-lain (Effendie,2002). Dan Jika di dasarkan  pada ukuran panjang dan tinggi tubuh ikan terdapat dua tipe dasar yaitu Trunctae dan Attenuate (Hasni, 2008).
         Pengenalan struktur ikan tidak terlepas dari morfologi ikan yaitu bentuk luar ikan yang merupakan ciri-ciri yang mudah dilihat dan diingat dalam mempelajari  jenis-jenis ikan. Morfologi ikan sangat berhubungan dengan habitat ikan tersebut di perairan. (Wahyuningsih dan barus, 2006).
         pengukuran mofometrik merupakan pengukuranyang diambil dari satu titik ke titik yang lain tanpa melalui lengkungan badan. Metode pengukuran standar ikan antara lain  panjang standar, moncong/bibir, sirip punggung atau tinggi badan dan ekor. Ikan  bertulang belakang memiliki beraneka ragam karakteristik tubuh sehingga bentuk  badan dan ukuran berbeda. Yusnaini, dkk(2010)



BAB III
METODELOGI KERJA
3.1       Waktu dan Tempat
          Praktikum ini dilaksanakan pada hari sabtu, tanggal 18 November 2017 pukul 14:00-16:00 WIB. Adapun pratikum dilaksanakan di Laboratorium Biologi Perikanan Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Banda Aceh

3.2       Alat dan Bahan
3.2.1 Tabel Alat         
NO.
Nama Alat
Jumlah
  1
penggaris
1
 2
timbangan
1
 3
nampan
1
 4
tissu
Secukupnya

3.2.2 Tabel Bahan
No
Nama Bahan
Jumlah
1
Ikan nila
22 ekor
2
Ikan tongkol
20 ekor
3
Ikan sarden
20 ekor
4
Ikan cirik
18 ekor





BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Hasil Pengamatan
             Terlampir di lampiran

4.2 Pembahasan
         Bentuk dan ukuran tubuh dari setiap jenis ikan pastilah berbeda-beda. Perbedaan-perbedaan tesebut biasa digunakan dalam proses pengklasifikasian dan penggolongan suatu jenis ikan. Untuk dapat mengetahui perbedaan ukuran tubuh setiap jenis ikan, tentu dilakukan pengukuran untuk mendapatkan data mengenai ukuran tubuh ikan tersebut. Karakter morfometrik dapat digunakan untuk memebedakan  antara jenis ikan satu dengan jenis ikan lainnya, baik antara jenis ikan yang sama ditinjau dari segi geografisnya ataupun tempat yang berbeda dan antar varietas yang berbeda pula.
            Teknik truss morfometrik digunakan untuk menggambarkan secara lebih tepat bentuk ikan dengan memilih titik-titik homologus terntentu yang menggambarkan anatomi ikan disepanjang tubuh dan mengukur jarak antara titik-titik tersebut. Teknik ini meningkatkan konsistensi dalam pengukuran, memberikan informasi yang terinci dalam penggambaran bentuk ikan, memperkecil kesalahan pengukuran, lebih efisien karena mencakup seluruh tubuh dan jika garis truss semakin pendek atau titik truss semakin banyak, maka akan memberikan informasi yang lebih spesifik tentang gambaran tubuh ikan
            Ukuran yang digunakan di dalam morfometrik sangat bervariasi. Di Indonesia, satuan ukuran yang umum digunakan adalah sentimeter (cm) atau milimeter (mm), tergantung kepada keinginan peneliti. Ukuran-ukuran ini disebut ukuran mutlak. Untuk memperoleh pengukuran yang lebih teliti, sebaiknya menggunakan jangka sorong (calipper). Adalah suatu hal yang tidak mungkin untuk memberikan ukuran bagian-bagian ikan dalam ukuran mutlak (misalnya cm) pada saat melakukan identifikasi. Ukuran yang digunakan untuk identifikasi hanyalah merupakan ukuran perbandingan. Seekor ikan yang memiliki panjang total 25 cm dan panjang kepala 5 cm, maka perbandingan yang dinyatakan di dalam buku-buku identifikasi adalah panjang kepala sama dengan seperlima panjang total tubuhnya
BAB V
PENUTUP
5.1       Kesimpulan
           
            Dari praktikum yang telah dilaksanakan tentang “Morfometrik Tubuh Ikan”  dapat disimpulkan) memiliki ukuran bagian tubuh yang berbeda-beda. Bagian tubuh itu antara lain panjang total, panjang baku, panjang kepala bagian dorsal, panjang kepala bagian lateral, panjang pre dorsal, panjang pangkal ekor-dorsal, panjang pangkal ekor-anal, panjang anal pelvik, tinggi kepala di mata, tinggi kepala di tengkuk, tinggi baan di pelvik, tinggi badan di awal dorsal, tinggi badan di akhir anal, tinggi batang ekor, tinggi dasar ekor, diameter bola mata, panjang dasar sirip pectoral, panjang dasar sirip dorsal, panjang sirip pelvik, panjang dasar sirip anal, panjang jari sirip dorsal terpanjang, panjang jari sirip pectoral terpanjang, panjang cuping sirip ekor bagian atas, panjang cuping sirip ekor bagian bawah. Perbedaan masing-masing ukuran ini sesuai dengan fungsi dan peranannya. Serta metode morfometrik ikan dapat dijadikan sebagai dasar pengklasifikasian ikan.
5.2       Saran

Agar pratikum Biologi perikanan yang dapat berjalan dengan baik dan lancar maka diharapkan para asisten untuk selalu mendampingi praktikan dalam melakukan pratikumnya supaya apabila terjadi kekeliruan langsung dapat dibantu oleh asisten agar praktikum dapat mencapai hasil yang maksimal untuk kedepannya. Dan Asisten kedepannya lebih banyak











                                    DAFTAR PUSTAKA

Effendie,2002.  IkhtiologiUsu-press, Medan
Hasni, 2008. Usaha Perikanan di Indonesia. Mutiara Sumber Widya. Jakarta. 96 hal.
Irfan 2009.  Penuntun Praktikum Ichthyology. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan-Universitas Riau.Pekanbaru.
Rajabnadia, 2009. Ichtiology. AdiBuana. Surabaya. 134 hal. Putra, Ridwan Manda, dkk. 2014.
Yusnaini, dkk2010 .   Ikhtiologi Ikan dan Aspek Kehidupannya.Yayasan Citra Emulsi. Makassar. Evy,R., Endang Mujiani dan K. Sujono.

Laporan biologi perikanan ikan nila

Laporan biologi perikanan ikan nila BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pengenalan struktur ikan tidak terlepas dari Morfolo...